Satpol PP apel pagi di Lapangan Monas(DHONI SETIAWAN)
DENPASAR, KOMPAS.com — Rencana mempersenjatai Satpol PP ditanggapi biasa saja oleh Satpol PP Denpasar. Kabid Satpol PP Denpasar I Nyoman Ambara mengatakan pihaknya belum memerlukan senjata api untuk menunjang tugas mereka di lapangan.
“Kalau di sini enggak perlu. Kondisi wilayah masih bisa dijamin karena pranata sosial ikut terlibat, seperti desa adat dan pecalang, untuk membantu tugas kami,” ujar I Nyoman Ambara, Kamis (8/7/2010). “Kami utamakan tindakan persuasif seperti dialog karena ini manusia yang melakukan pelanggaran, bukan penjahat,” tambahnya.
Menurut pengakuan Ambara, selama ini nyaris belum pernah ada bentrok yang melibatkan Satpol PP Denpasar dengan masyarakat saat melakukan penertiban. “Dan jika terjadi situasi rawan, kami libatkan Poltabes Denpasar,” ucap Ambara.
Satpol PP Denpasar lebih menekankan tindakan persuasif seperti merubah pola pikir masyarakat untuk menangani permasalahan sosial. “Misal masalah gepeng (gelandangan dan pengemis), kami imbau masyarakat untuk tidak memberikan sesuatu kepada mereka karena itu justru menjerumuskan mereka. Sekarang kami tega-tega-an dulu karena lambat laun ini akan menjadi pendidikan bagi para gepeng,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang